Pemkal Margorejo Wacanakan Gaji Ketua RT/RW dari Hasil Budidaya Klengkeng
SLEMAN (penasembada.com) - Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Margorejo, Kapanewon Tempel berencana akan memberikan insentif/gaji kepada ketua RT dan RW dari hasil budidaya Tanaman Klengkeng yang kini sedang dikembangkan.
Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan mengatakan, Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) "Semar" milik Pemkal Margorejo saat ini gencar memanfaatkan tanah kalurahan kurang produktif untuk membudidayakan tanaman kelengkeng jenis New Kristal.
BACA JUGA : Pantai Watu Kodok Gunungkidul Menarik Untuk Camping"Berkaitan dengan program ketahanan pangan, kita sedang melakukan penanaman pohon Klengkeng jenis New Kristal, targetnya kita tanam pada lahan sekitar 5 hektar," kata Ridwan didampingi Carik, Ariyanto Wibowo dan Jogoboyo, Farhan Mei Ustadza, Minggu (18/5/2025).
Menurutnya, acana ini merupakan wujud dukungan finansial bagi lembaga kemasyarakatan yang berperan penting dalam pelayanan publik di tingkat kalurahan. Selain itu terobosan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini membiarkan lahan tidak subur.
"Nantinya, diharapkan dari komoditas buah klengkeng ini dapat meningkatkan pendapatan asli desa, sedangkan yang di tingkat padukuhan bisa untuk menghidupi kelembagaan, nanti Ketua RT, RW bisa mendapatkan gaji dari hasil itu (tanaman Klengkeng),"jelasnya.
BACA JUGA : Koperasi Jasa Pena Sembada Sejahtera Diresmikan, Begini Harapan Bupati SlemanPemkal, juga mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui bantuan satu batang pohon Klengkeng yang diberikan kepada masing-masing Kepala Keluarga (KK). Sehingga diharapkan dapat menjadi solusi mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran, Margorejo menjadi kalurahan mandiri.
"Setiap keluarga atau KK, kita berikan satu pohon untuk pemanfaatan lahan pekarangan untuk dikembangkan, yang diharapkan menjadi pendapatan sampingan keluarga," ujarnya.
Hal yang tak kalah penting, inovasi ini menambah potensi wisata wilayah yang berada di kawasan strategis pengembangan wisata di DIY, selain itu langkah positif menangkap peluang adanya pembangunan exit tol Banyurejo yang berada di wilayah Tempel.
BACA JUGA : Mengenalkan Sejarah Sleman, Perpusarsip Gelar Pameran Arsip"Pembangunannya, sejalan dengan program pembangunan sektor pariwisata dan pertanian," sambungnya.
Ariyanto Wibowo menambahkan, selama ini masing-masing Ketua RT/RW telah mendapatkan insetif pada akhir Bulan Ramadhan
"Ketua RT, RW mendapatkan insentif senilai Rp 600 ribu, yang diberikan di akhir bulan Ramadhan, meraka juga mendapat pembinaan dari Pemkal di pertengahan tahun," imbuhnya. (Oke)
Posting Komentar