Top! Dukung Ketahanan Pangan, Polresta Sleman Sukses Budidaya Jagung Jakarin
SLEMAN (penasembada.com) - Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo bersama unsur terkait melaksanakan panen raya jagung di Dusun Klelen, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Jumat (23/5/2025).
Benih jagung varietas Jakarin ini ditanam pada Selasa (21/1/2025), di hamparan tanah tidak produktif (eks lokasi industeri batako), namun hasilnya melebihi target.
BACA JUGA : PWI Sleman Lauching Koperasi Jasa Pena Sembada Sejahtera, Dihadiri Wabup"Alhamdulillah dari lahan seluas 1,6 hektar yang kita tanam, targetnya 5 ton, kita dapat pada panen ini diperkirakan sekitar 8 ton," kata Kombes Edy di sela acara.
Diungkapkan, meski lahan kurang subur, namun selama budidaya berlangsung tidak ditemukan kendala yang serius, meski sempat ada serangan ulat namun bisa diatasi.
"Ini jenis jagung varietas Jakarin yang lebih tahan kekeringan, hasil penjualan akan ditampung Bulog, setelah dikeringkan, bisa untuk pakan ternak," ungkapnya.
BACA JUGA : Bupati Sleman Bersyukur Raih Penghargaan ANRI AwardMenurutnya, aksi tanam jagung ini sebagai implementasi dukungan terhadap program asta cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.
"Kami berharap hasil ini menjadi pembelajaran, yakni menghidupkan tanah-tanah tidak bermanfaat bisa dikelola secara optimal, sehingga bisa lebih produktif serta menunjang ketahanan pangan bagi masyarakat," tuturnya.
Kepala BRMP DIY, Dedy Irwandi, menjelaskan, terkait program ketahanan pangan pihaknya berperan dalam pendampingan, sejauh ini sudah ada kerja sama antara Polri dengan Kementerian Pertanian.
BACA JUGA : Komisi V DPR RI Soroti Progres Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen, Begini Harapannya"Untuk Polri diprioritaskan untuk penanaman jagung, dan sudah diimplementasikan di setiap daerah, posisi kami mendampingi agar mendapatkan hasil optimal. Jenis jagung yang ditanam ini lebih tahan terhadap kekeringan dan jenis inbrida, yang bisa dimanfaatkan untuk bibit hingga lebih dua kali," jelas Dedy.
Manager Pengadaan Bulog DIY, Nur Fuad Indra Mitra, menambahkan, Bulog menyerap jagung kering pipil panen dengan harga Rp 5.500 per kg dengan kadar air 14 persen.
"Setelah panen ini harus segera dipipil dan dilakukan penjemuran, agar tidak terserang jamur,"sambungnya. (Oke)
Posting Komentar