Kolaborasi LPBI NU Sleman dan MIS Al Islam Tempel, Membangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini
![]() |
| Peserta sangat antusias mengikuti Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan oleh tim LPBI NU Kabupaten Sleman. |
SLEMAN (Penasembada.com) - Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, angin kencang, hingga kebakaran. Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi bencana menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar dan tanggap bencana sejak usia dini.
Merespon hal tersebut, MIS Al Islam Tempel bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan.
Kegiatan berlangsung di lingkungan MIS Al Islam Tempel di Jln. Magelang Km 17, Ngosit, Margorejo, Tempel, Sleman, Kamis (16/7/2026).
Diikuti oleh seluruh peserta didik sebanyak 337 siswa serta 23 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga madrasah dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tim LPBI NU Kabupaten Sleman memberikan materi mengenai pengenalan berbagai jenis bencana, langkah-langkah mitigasi, pentingnya menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, serta cara melakukan evakuasi secara aman dan tertib. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta didik dapat memahami prosedur penyelamatan diri dengan mudah.
Kepala MIS Al Islam Tempel, Taufiq Arif Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada LPBI NU Kabupaten Sleman atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan kebencanaan merupakan bekal penting bagi peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter tangguh dalam menghadapi situasi darurat.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi mampu menumbuhkan budaya siaga bencana di lingkungan madrasah. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh warga madrasah harus memahami langkah-langkah mitigasi bencana dengan baik,"ujar Taufiq.
Sementara itu, Ketua LPBI NU Kabupaten Sleman, Sri Wijoko menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan harus dimulai sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki kesiapan mental maupun keterampilan dasar ketika menghadapi bencana.
"Madrasah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tangguh, peduli, dan mampu melindungi diri maupun orang lain,"jelas Sri Wijoko didampingi tim yang terdiri Taufik Efendi dan Hanung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan MIS Al Islam Tempel semakin memperkuat komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan akademik dan pembentukan karakter Islami, tetapi juga membangun budaya keselamatan, kepedulian, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Diharapkan sinergi antara madrasah, LPBI NU, orang tua, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana," tuturnya.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi bencana. Seluruh warga madrasah mempraktikkan prosedur penyelamatan sesuai standar, mulai dari mengenali tanda bahaya, melakukan perlindungan diri, hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Simulasi berlangsung tertib dengan pendampingan langsung dari tim LPBI NU Kabupaten Sleman. (Red)


