Memakmurkan Masjid, Pasangan Arif Toto Rahardjo dan Ninoek Sriyani Gulirkan Program "Apresiasi Umroh" dan Pejuang Dakwah

Daftar Isi

 

Keluarga H. Moch. Arif Toto Rahardjo dan Hj. Ninoek Sriyani menyampaikan penghargaan kepada salah satu jamaah melalui program "Apresiasi Umroh".

YOGYA (Penasembada.com) - Di tengah berbagai upaya memakmurkan masjid yang dilakukan oleh masyarakat, keluarga H. Moch. Arif Toto Rahardjo dan Hj. Ninoek Sriyani terus mempertahankan sebuah tradisi yang telah berjalan selama 12 tahun, melalui program "Apresiasi Umroh".

Pengumuman penerima Apresiasi Umroh tahun 2026 dilaksanakan dalam rangkaian Pengajian Akbar Sabtu Wage yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) malam di kediaman M. Arif Toto Rahardjo dan Ninoek Sriyani di Jalan Karangsari Gang Nakula No. 295, Karangsari, Yogyakarta, menghadirkan Ustadz A. T. Maulana.

Melalui program tersebut, keluarga ini secara rutin memberangkatkan dua orang jamaah umroh setiap tahun sebagai bentuk penghargaan atas keistiqamahan mereka dalam melaksanakan shalat berjamaah. Masing-masing penerima berasal dari Masjid Al Ikhlas Yogyakarta dan satu masjid di Kota Solo. 

Berbeda dengan program umroh pada umumnya yang ditentukan melalui undian atau perlombaan, penerima apresiasi umroh dipilih berdasarkan konsistensi kehadiran dalam shalat berjamaah selama satu periode penilaian.

Untuk menjaga objektivitas, setiap jamaah melakukan absensi menggunakan sistem fingerprint yang dipasang di masjid. Seluruh kehadiran tercatat secara otomatis sehingga proses penilaian berlangsung secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Periode penilaian apresiasi umroh tahun 2026 dimulai sejak Oktober 2025 hingga 10 Juli 2026, sehingga penghargaan ini benar-benar kami berikan kepada jamaah yang mampu menjaga keistiqamahan beribadah dalam jangka waktu yang panjang," ujar Arif Toto Rahardjo di sela acara.

Menurut Toto, program ini lahir dari sebuah keyakinan bahwa membangun masjid bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan membangun budaya beribadah yang istiqamah. Selama 12 tahun ini berusaha menjaga sebuah komitmen sederhana, yaitu memberikan apresiasi kepada jamaah yang istiqamah memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah. 

"Kami tidak sedang mencari siapa yang paling rajin ke masjid, tetapi ingin mengajak semakin banyak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan. Umroh hanyalah bentuk penghargaan. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya budaya istiqamah dalam beribadah," bebernya.

Pihaknya juga mengapresiasi para Pejuang Dakwah dengan memberikan satu unit sepeda motor kepada Ustadz A. T. Maulana, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya dalam menyebarkan syiar Islam kepada masyarakat. Menurutnya dakwah memerlukan dukungan nyata agar para dai dapat terus menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat.

"Dakwah membutuhkan orang-orang yang bersedia hadir di tengah masyarakat, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyampaikan nilai-nilai Islam. Apa yang dilakukan Ustadz A. T. Maulana sebagai dai keliling merupakan pengabdian yang patut diapresiasi. Sepeda motor ini kami serahkan sebagai ungkapan terima kasih sekaligus dukungan agar beliau semakin mudah menjangkau umat," sebutnya.

Sementara itu, Ninoek Sriyani menambahkan, melalui program ini diharapkan mampu melahirkan kebiasaan baik yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Cara dakwah Ustadz A. T. Maulana melalui seni wayang kulit.

"Bukan hanya melahirkan penerima apresiasi umroh setiap tahun, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada masjid dalam setiap keluarga. Ketika orang tua memberi teladan dengan menjaga shalat berjamaah, anak-anak akan tumbuh dengan nilai yang sama. Itulah investasi yang sesungguhnya," tutur Ninoek.

Ia meyakini bahwa masjid yang makmur tidak hanya dibangun dengan bangunan yang megah, tetapi juga dengan jamaah yang istiqamah dan para dai yang terus menebarkan ilmu di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, keluarga berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memakmurkan masjid, menjaga shalat berjamaah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, serta bersama-sama mendukung para dai yang dengan penuh keikhlasan terus menyebarkan dakwah di berbagai daerah," sambungnya.

Untuk diketahui, Ustadz A. T. Maulana, seorang dai keliling yang dikenal menyampaikan dakwah melalui pendekatan seni pedalangan. Dengan memadukan nilai-nilai Islam dan budaya Nusantara, secara konsisten melakukan roadshow dakwah ke berbagai daerah, termasuk wilayah-wilayah marginal yang masih membutuhkan pembinaan keagamaan. (Red)