Pemkab Sleman Segera Realisasikan Pembangunan Infrastruktur Jalan Rp 100 Juta Per Kalurahan

Daftar Isi
Ruas jalan di wilayah Padukuhan Karanggawang, Mororejo, Tempel salah satu yang diajukan oleh pemerintah setempat.

SLEMAN (Penasembada.com)  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalokasikan anggaran senilai Rp 8,6 miliar, untuk program pembangunan infrastruktur jalan kalurahan (desa). Bertujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin ST MT mengatakan, program ini digulirkan dalam rangka mewujudkan visi Bupati Sleman terkait program 'Jalane Alus lan Padhang', menjangkau 86 kalurahan dan akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

"Program ini menyasar 86 kalurahan di 17 kapanewon, anggarannya Rp 8,6 miliar, jadi per desa dialokasikan Rp 100 juta," kata Sukarmin saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

Sukarmin menjelaskan, pelaksanaan secara teknis dan pengawasan akan dilakukan DPUPKP Sleman, berdasarkan usulan pihak desa.

"Teknis pelaksanaan ada di kita (DPUPKP), desa yang mengusulkan, diperkirakan pengerjaan sekitar bulan Juli hingga September," jelasnya.

Dengan pembangunan jalan desa ini, pihaknya berharap, tercipta penguatan mobilitas dan konektivitas desa, mengingat fondasi ekonomi Kabupaten Sleman saat ini banyak ditopang oleh sektor UMKM. Dengan adanya akses jalan yang memadai, bagi para pelaku usaha lokal di tingkat kalurahan .

"Melalui program ini diharapkan dapat memangkas biaya logistik serta memperlancar proses pemasaran produk UMKM ke luar daerah tanpa kendala aksesibilitas, sehingga dapat mendongkrak perekonomian,"bebernya. 

Lurah Mororejo, Kapanewon Tempel, Jaka Ristanta, menyatakan program pembangunan infrastruktur jalan desa ini sangat dibutuhkan masyarakat, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sleman yang telah mengalokasikan anggaran. Diusulkan ruas jalan di wilayah Dusun Karanggawang dengan panjang sekitar 200 meter.

"Alhamdulillah dengan dana tersebut , jalan kalurahan yang sudah mulai rusak dan harus ada penanganan perawatan, kita bisa menyelesaikan permasalahan secara bertahap, semoga di tahun-tahun berikutnya program ini terus berlanjut,"kata Jaka. (Red)