Mantap Dab! Lapas Wonosari Adakan Kegiatan Mengaji Rutin Bagi Warga Binaan
![]() |
| Program pembinaan kerohanian bagi WBP di Masjid At-Taubah Lapas Wonosari. |
GUNUNGKIDUL (Penasembada) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonosari menggelar program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), berlangsung di Masjid At-Taubah di area lapas. Kegiatan mengaji rutin ini dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Jumat, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kalapas Wonosari, Renharet Ginting mengatakan, program pembinaan kerohanian ini terselenggara atas kerja sama sinergis antara Lapas Wonosari dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul. Pembinaan kepribadian berbasis keagamaan ini merupakan pilar penting dalam proses reintegrasi sosial agar para WBP memiliki bekal rohani yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di dalam Lapas menjadi momentum transformatif bagi para WBP," kata Ginting, Selasa (6/10/2026).
Melalui bimbingan rohani bersama Kemenag Gunungkidul ini, pihaknya berharap para warga binaan dapat memperbaiki diri, menemukan ketenangan batin, serta memiliki bekal keagamaan yang kuat saat kembali ke masyarakat. Dalam pelaksanaan pihaknya mengutamakan ketertiban serta memaksimalkan efektivitas pembinaan.
"Jadi pelaksanaannya diatur menggunakan sistem jadwal bergilir di setiap blok hunian,"sebutnya.
Setiap jelang tutup tahun, diselenggarakan acara wisuda santri bagi para WBP yang telah menamatkan pembelajaran Al-Qur'an maupun metode Iqro.
"Melalui langkah nyata ini, Lapas Kelas IIB Wonosari terus berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mengoptimalkan fungsi pembinaan kepribadian dan mental spiritual agar WBP siap lahir dan batin untuk memulai lembaran baru yang lebih baik," tuturnya.
Salah satu WBP, seorang pria inisial BR, mengungkapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini, keberadaan penyuluh dari Kemenag dan petugas Lapas yang mendampingi, ia mengaku sangat terbantu dalam hal memperdalam ilmu agama dan memperbaiki diri. Bahkan ia merasa lebih tenang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Alhamdulillah, kegiatan mengaji ini sangat membantu kami di sini. Walaupun berada di dalam Lapas, kami tetap mendapat kesempatan untuk belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an dari nol dan memperdalam ilmu agama," sebut BR.
