Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Sumatra Utara, Targetkan SDM Berkompeten

Daftar Isi


 SUMUT (penasembada.com) - Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit 2025 digelar di LePolonia Hotel & Convention Jl. Jenderal Sudirman Medan pada 19 -23 Mei 2025. Dibuka oleh Plh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatra Utara, Merry Carolina.

Kegiatan yang pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Sumut ini

diikuti 62 peserta yang dibagi menjadi 2 kelas. Program ini menyasar berbagai pihak yang terlibat dalam bisnis Perkebunan kelapa sawit swadaya seperti pekebun, pengurus koperasi (KUD) hingga perangkat pendamping daerah. Para peserta yang berasal dari berbagai wilayah penghasil sawit ini mengikuti pelatihan melalui undangan berdasar Data Rekomendasi Teknis (rekomtek).

Rekomtek berisi daftar peserta ini diajukan oleh Dinas Perkebunan masing-masing wilayah yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan. Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Ditjenbun.

“Tujuan utama dari program pengembangan SDM adalah penyiapan SDM yang kompeten, nantinya dapat memenuhi kebutuhan kriteria yang dibutuhkan oleh industri kelapa sawit,” ujar Arfie Thahar selaku Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP melalui keterangannya, Senin (26/5/2025).

Ia melanjutkan melalui program ini fokus dari penyiapan SDM meliputi pekebun terampil baik bagi industri hulu maupun hilir yang menumbuhkan industri kelapa sawit berkelanjutan.

" SDM berperan secara strategis dalam pertumbuhan dan peningkatan kinerja industri kelapa sawit. Tidak hanya dari sisi produktivitas, SDM juga berperan menumbuhkan daya saing bisnis dan sistem industri kelapa sawit yang sustainable,"tandasnya.

Pengembangan SDM Sawit dikemas dengan pelatihan yang atraktif tidak hanya monoton didalam kelas namun didukung dengan kegiatan praktik dan terjun langsung ke lapangan serta diselingi dengan games seru yang membuat suasana kelas penuh riuh tawa peserta.

Dengan pembelajaran seperti ini, pekebun sawit tidak hanya mendapatkan materi tetapi juga praktik ideal yang bisa diterapkan di kebun masing-masing.

"Bentuk pelatihan ini memang diharapkan tidak hanya menyasar sisi kognitif namun juga peningkatan kemampuan dari segi bisnis dan skill sebagai pekebun," sambungnya. (cha)

Posting Komentar