Telah Diluncurkan Buku Mencari Indonesia, Menuai Kegelisahan Gus Dur & Romo Mangun, Ini isinya

Daftar Isi

 


YOGYA (penasembada.com) - Dalam semangat memperingati 16 tahun berdirinya PT. Pohon Cahaya, digelar sebuah acara inspiratif bertajuk Sarasehan Kebangsaan & Launching Buku berjudul "Mencari Indonesia, Menuai Kegelisahan Gus Dur & Romo Mangun",pada Jumat (23/5/2025).

Acara yang berlangsung di Kompleks PT Pohon Cahaya ini dihadiri lebih dari 150 peserta, mayoritas generasi muda lintas agama.

Tiga dari empat belas penulis buku tersebut tampil sebagai narasumber utama, yakni Najma Alya Jasmine dan Fifi Maulida dari Jaringan Gusdurian, serta Frater Merry Christian dari Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta. Mereka mewakili generasi Z yang menyuarakan kegelisahan sekaligus harapan bagi masa depan Indonesia.

Dalam diskusi, para narasumber mengangkat realitas sosial yang mereka hadapi sebagai generasi muda. Pertama, soal ketimpangan kesempatan kerja di Indonesia. Mereka menyoroti bahwa kecakapan dan kepandaian sering kali tidak cukup jika tidak memiliki “orang dalam”, khususnya di sektor pemerintahan. Hal ini, menurut mereka, menumbuhkan pesimisme dalam membangun karier di negeri sendiri.

Kedua, mereka menyoroti rendahnya tingkat literasi di Indonesia yang berdampak pada dangkalnya wacana dalam gerakan anak muda. Minimnya fondasi pengetahuan membuat banyak aspirasi tidak berbobot dan mudah terombang-ambing arus.

Meski begitu, mereka juga menyampaikan kekaguman dan harapan melalui teladan dua tokoh bangsa: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Romo YB. Mangunwijaya. Kedua sosok tersebut dinilai sebagai pribadi yang tidak lelah mencintai Indonesia, melampaui kepentingan pribadi dan golongan. Semangat pengabdian mereka menjadi inspirasi untuk terus berjuang demi kebaikan bangsa.

Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama RI, turut hadir dan menanggapi suara para penulis muda. Ia menyampaikan bahwa kegelisahan anak muda merupakan sesuatu yang wajar, tetapi harus dikanalisasi agar tidak terjebak dalam pesimisme.

“Dalam diri Romo Mangun dan Gus Dur, kita melihat sosok yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, sehingga mampu memperjuangkan Indonesia dengan cara masing-masing. Mereka menemukan dan memperjuangkan Indonesia yang sama, meski berasal dari agama yang berbeda,” ujar Lukman.

Editor buku, Rm. Martinus Joko Lelono, Pr, menegaskan bahwa penerbitan buku ini bertujuan untuk mewariskan semangat dan kegelisahan Gus Dur dan Romo Mangun kepada generasi saat ini dan yang akan datang.

“Semoga Ibu Pertiwi tersenyum melihat anak-anaknya sibuk mengasihi, bukan saling mengakali,” ucapnya.

Sasongko Iswandaru selaku General Manager PT. Pohon Cahaya, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terus mendukung penerbitan tersebut.

“Di tengah berbagai tantangan, kami berkomitmen terus menghadirkan literasi berkualitas untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.

Buku Mencari Indonesia, Menuai Kegelisahan Gus Dur & Romo Mangun diharapkan menjadi ruang kontemplatif bagi pembaca untuk terus mencari, mencintai, dan memperjuangkan Indonesia, sebuah rumah besar bagi semua. (*)

Posting Komentar