Mahasiswa KKN UNS 285 Inovasi Ikan Nila Jadi Abon PRONILA, Berikan Pembekalan Ibu-ibu PKK Caturharjo Kalasan
SLEMAN (Penasembada.com) –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 285 Universitas Sebelas Maret (UNS) meluncurkan program pengolahan pangan di Dusun Caturharjo, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan. Inovasi yang digagas berupa pembuatan abon ikan nila yang diberi nama PRONILA.
Ketua Pelaksana KKN UNS 285 Inas Faiha mengatakan, inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan ikan nila yang banyak dibudidayakan di Dusun Caturharjo, yang menjadi salah satu pusat budidaya ikan nila di kawasan Tamanmartani.
"Namun, fluktuasi harga ikan nila yang tidak stabil seringkali menyebabkan penumpukan stok, sangat sayang kalau tidak digunakan secara optimal," kata Inas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/8/2025).
Menanggapi potensi dan tantangan tersebut, tim KKN UNS 285 memperkenalkan inovasi dengan mengolah ikan nila menjadi produk abon yang memiliki daya simpan lama, kandungan gizi tinggi, serta nilai jual yang lebih tinggi.
"Workshop pembuatan PRONILA dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Agustus 2025 di Balai Warga Dusun Caturharjo, dengan peserta utama adalah ibu-ibu dari PKK Dusun Caturharjo," ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, tim KKN UNS 285 memberikan pendampingan langsung dalam proses pembuatan abon ikan nila, mulai dari pengolahan bumbu, proses memasak, bahkan hingga pengemasan produk. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi potensi kerugian bagi petani ikan akibat stok ikan yang tidak terjual, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. PRONILA bukan sekadar produk olahan ikan, melainkan juga merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat menjadi produk unggulan desa.
"Kami berharap ibu-ibu PKK Dusun Caturharjo dapat mengembangkan keterampilan ini untuk memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,"tuturnya.
Dengan pengolahan menjadi abon, ikan nila yang biasanya sulit terjual dapat diubah menjadi produk olahan bergizi tinggi dan tahan lama. Produk ini juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara lokal maupun online, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
"Program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan. Kami berharap inovasi ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat, sehingga Dusun Caturharjo tidak hanya dikenal sebagai desa pembudidaya ikan nila, tetapi juga sebagai produsen olahan ikan nila berkualitas,"sambungnya.
Ana, salah satu peserta ibu-ibu PKK, juga ikut berpartisipasi dalam workshop pengolahan abon ikan nila, sekaligus menunjukan antusiasmenya.
“Saya senang dengan adanya kegiatan ini, jadi saya mengetahui cara membuat abon ikan nila yang enak dan tahan lama dan bisa menjadi ide usaha baru buat nambah penghasilan keluarga” ujar Ana. (Oke)
Posting Komentar