Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan ISPO, Panen dan Pasca Panen BPDP - Ditjenbun

Daftar Isi

PALU (Penasembada.com) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Pelatihan Panen serta Pasca Panen. Diikuti sebanyak 96 peserta, terdiri petani sawit swadaya dari berbagai daerah.

Program pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit ini berlangsung pada Senin (18/8/2025) di Best Western Plus Coco, Palu. Dibuka oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Andi Sitti Kamalia.

Dalam sambutannya, Andi Sitti menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petani sawit swadaya merupakan kunci keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

“Sawit rakyat adalah penopang penting industri ini. Melalui pelatihan yang difasilitasi BPDP dan Ditjenbun, kami berharap para petani dapat menerapkan praktik terbaik mulai dari aspek budidaya, panen, pasca panen hingga pemahaman ISPO. Semua ini untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan kelapa sawit,” ujar Andi Sitti Kamalia.

Kegiatan dilaksanakan dengan pengaturan penuh oleh LPP Agro Nusantara sebagai lembaga pelatihan yang dipercaya oleh BPDP. Materi pelatihan ISPO menitikberatkan pada pemahaman standar keberlanjutan kelapa sawit Indonesia, mulai dari aspek legalitas lahan, pengelolaan lingkungan, hingga kesejahteraan pekerja.

Sementara pada pelatihan panen dan pasca panen, peserta mendapat pengetahuan teknis terkait pemanenan yang tepat, efisiensi waktu, kualitas tandan buah segar (TBS), serta penanganan hasil panen agar mutu tetap terjaga.

Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan sejak sesi awal. Selain pembelajaran di kelas, mereka juga dijadwalkan melakukan praktik lapangan untuk memperkuat pemahaman teknis. BPDP menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun SDM sawit yang berkualitas.

Dengan dukungan Ditjenbun, diharapkan petani sawit swadaya dapat terus meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing dengan perkebunan besar secara sehat dan berkelanjutan. (Ocha)

Posting Komentar