PW IKA-PMII DIY Periode 2025-2030 Dikukuhkan, Momentum Penting Konsolidasi

Daftar Isi

SLEMAN (Penasembada.com) - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY menggelar Pengukuhan Pengurus Wilayah IKA-PMII periode 2025-2030 di Main Hall UNU Yogyakarta.

Mengusung tema “Mengistimewakan Yogyakarta, Membangun Indonesia”, kegiatan ini diikuti 385 orang.

Ketua Umum IKA-PMII DIY, Ahmad Anfasul Marom mengatakan kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Ikatan Alumni untuk konsolidasi dan mengaktivasi kembali organisasi yang sejak dua puluh tahun lalu mati suri.

"Sejak 2004 hingga 2025 organisasi ini mati suri, kita ingin mengaktifkan kembali,"ujar Aan Marom dalam keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025)

Forum terbatas itu sengaja diinisiasi oleh Ketum IKA-PMII DIY dengan harapan pengukuhan itu ada dampak maslahatnya untuk publik, jadi bukan hanya gebyar seremonial saja.

“Jadi, ini forum yang strategis bagi pemangku perguruan tinggi dan IKA-PMII DIY untuk berkolaborasi memberi sinyal-sinyal perbaikan terhadap persoalan-persoalan pendidikan,"tambahnya.

IKA-PMII DIY juga mendukung sepenuhnya program FLF (Future Leaders Fellowship) yang telah diinisiasi oleh Pengurus Besar di 16 titik Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia. Dan untuk mendukung program itu Pengurus Wilayah IKA-PMII DIY sedang menyiapkan program-program Master Class yang sekiranya in line dan related dengan kebutuhan generasi kader masa kini antara lain bidang-bidang startup, bisnis, content creator, pendidikan dan teknologi pertanian.

"Ini penting guna membangun sinergi antara alumni dan kader-kader PMII," jelasnya.

Acara itu dihadiri langsung oleh Majelis Pertimbangan PB IKA-PMII H. Sultonul Huda, Wakil Ketua PB IKA-PMII Drs. H. Zaini Rachman. M.H. dan Sekjend PB IKA-PMII H. Muhammad Nurpurnamasidi, S.Sos., M.AP. yang sekaligus Anggota Komisi X DPR RI. Turut hadir Anggota DPD RI K.H. Dr. Hilmi Muhammad, lalu Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah, para kepala daerah Kabupaten/Kota, Kapolda, Danrem, Dirjen Dikti Saintek, para rektor, tokoh agama, dan OKP di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain acara simbolik launching buku “Diaspora Kaum Pergerakan: Sejarah PMII DIY dari tahun 1960-2024”, turut menghadirkan Dirjen Dikti Saintek Kemdiktisaintek RI, Kepala LLDIKTI V dan para Rektor se-DIY untuk membahas problem-problem perguruan tinggi dalam forum terbatas di Lantai 9 UNU Yogyakarta. (*/Oke)

Posting Komentar