Pengurus Ranting dan Anak Ranting NU Lumbungrejo Masa Khidmat 2025–2030 Dilantik
SLEMAN (Penasembada.com) - Nahdlatul Ulama (NU) Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Kabupaten menggelar pengajian akbar dan pelantikan pengurus Ranting dan Anak Ranting NU masa khidmat 2025–2030.
Kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, diadakan di halaman Balai Kalurahan Lumbungrejo, Jumat malam (3/10/2025).
Tausiyah diisi oleh KH. Zamahsari Abdul Aziz dari Tulungagung, Jawa Timur, dihadiri Penewu Tempel Dakiri, Kapolsek Tempel Gunawan Setyabudi, Danramil 04 Tempel Kapten Inf Edi Widodo dan ratusan jama'ah serta tokoh masyarakat.
Dakiri menyatakan dukungan dan presiasi atas diselenggarakan kegiatan, dikatakan bahwa peringatan Hari Santri adalah momentum penting untuk meneguhkan komitmen kebangsaan.
"NU memiliki peran besar dalam menjaga persatuan umat dan memperkokoh karakter masyarakat,”ujar Dakiri
Menurutnya, NU telah banyak membantu pemerintah kapanewon maupun kalurahan dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. "Kami berharap pengurus baru dapat terus bersinergi demi kemajuan masyarakat Lumbungrejo,”sambungnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Imam Muhlasin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berjalan lancar.
“Alhamdulillah acara dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan semua pihak. Semoga kegiatan ini menambah semangat santri dan pengurus NU dalam berkhidmat untuk umat,”sebut Imam.
Dalam ceramahnya, KH. Zamahsari Abdul Aziz menyampaikan empat hal yang jangan dicari dalam kehidupan ini. Pertama, jangan cari orang yang tidak ada aibnya, sebab setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Kedua, jangan cari harta yang tidak ada syubhat-nya, sebab di dalam harta dunia selalu ada ujian. Ketiga, jangan cari orang alim yang mampu mengamalkan semua ilmunya, sebab manusia pasti terbatas. Keempat, jangan cari orang beramal yang sepenuhnya ikhlas tanpa ada rasa riya, sebab ikhlas adalah perjalanan panjang.
"Maka dari itu, jangan menuntut kesempurnaan orang lain, tapi perbaikilah diri masing-masing,"tuturnya.
Diungkapkan, pengurus NU yang baru dilantik memiliki tanggung jawab moral dan spiritual lebih tinggi. Usai dilantik, para pengurus NU tidak lagi hanya sekadar mukmin, tetapi naik predikatnya menjadi mukhlis, yakni orang yang berusaha mengikhlaskan amalnya hanya untuk Allah.
"Ini adalah amanah yang berat, maka jalankan dengan penuh kesungguhan,”cetusnya.
Pelantikan pengurus Ranting dan Anak Ranting NU Lumbungrejo masa khidmat 2025–2030 dilakukan oleh MWC NU Tempel. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan shalawat. (Red)
Posting Komentar