Pakar Konstruksi Berkumpul di Expo, Seminar dan Short Course 2025 HAKI DIY, Berikut Agendanya

Daftar Isi


SLEMAN (Penasembada.com) - Konstruksi bangunan sangat erat sekali dengan keselamatan dan kepentingan publik sehingga keamanan merupakan syarat mutlak. Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) hadir di tengah masyarakat guna mendorong pemahaman dan memastikan setiap bangunan memenuhi standar keamanan yang ketat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum HAKI Prof Dr Ir Iswandi Imran aat menghadiri kegiatan Expo, Seminar dan Short Course 2025 yang diinisiasi oleh HAKI DIY di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Rabu (26/11/2025).

"Kalau kita bicara soal bangunan, ini kan menaungi kegiatan masyarakat, intinya keamanannya harus bisa dipastikan, jangan sampai tidak memenuhi standar teknis yang berlaku,"ujar Iswandi, yang juga selaku narasumber dalam kegiatan.

Dirinya berharap kepada seluruh pihak, baik anggota HAKI, masyarakat industeri konstruksi, pemerintah untuk terus mengikuti regulasi dan perkembangan teknologi konstruksi. Sehingga bisa menerapkan standar teknis, pengawasan mutu, dan pemanfaatan pengetahuan kolektif untuk memastikan struktur bangunan yang andal.

"Kami berharap kepada anggota, masyarakat industeri konstruksi terus mengikuti perkembangan teknologi konstruksi, memahami penerapan di lapangan sehingga bisa dihasilkan bangunan-bangunan sipil yang kokoh, kuat, meski terjadi bencana alam," jelasnya.

Tantangan Implementasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) terkait kondisi konstruksi di Indonesia, PBG bukanlah penghambat, tapi upaya untuk memastikan bangunan betul-betul aman dan memenuhi standar.

"PBG ini berlaku untuk semua jenis bangunan, dari rumah satu lantai hingga bangunan bertingkat.Proses PBG, dokumen harus diserahkan dan dinilai tim profesional ahli untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan," tandasnya.

Sementara itu, Ahli Geoteknik (Tanah dan Fondasi), Dr Aksan Kawanda, menjelaakan fokus utama para profesional konstruksi untuk memastikan keseragaman dalam pelaksanaan konstruksi yang baik dan benar. "Yang paling utama adalah kita berharap ada satu keseragaman agar konstruksi bangunan dapat dilakukan dengan baik dan benar, bukan hanya bangunan yang sedang direncanakan, tetapi juga bangunan eksisting yang mungkin dialihfungsikan, dua hari ini kita membahas bagaimana sebuah bangunan dalam kondisi yang bagus," jelas Aksan.

Lebih lanjut dikatakan, mengenai kelayakan konstruksi secara nasional, Aksan Kawanda menyatakan pandangannya bahwa secara keseluruhan, kualitas konstruksi di Indonesia dapat dikatakan layak.

"Meskipun belakangan ini kerap terdengar kabar mengenai kegagalan konstruksi, tapi persentase kegagalan itu sangat kecil dibandingkan dengan jumlah total bangunan yang ada," ungkapnya.

Salah satu mitra HAKI, Prota Software melalui Sales Director Kong Chee Huat menambahkan, sejauh ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan HAKI selama 3 tahun. "Sampai saat ini sudah ada lebih dari 30 konsultan konstruksi yang telah menerapkan perangkat software milik kami, dan bisa diterapkan di Indonesia," ungkap Kong.

Ketua I HAKI Pusat, M. Arif Toto Raharjo menyebutkan, kegiatan Expo, Seminar dan Short Course 2025 mendapatkan dukungan dari 13 sponsor, antara lain PT. Delta Systech Indonesia, PT. Arcon Radian Abadi, PT. Garuda Yamato Steel, PT. Hutama Karya (Persero), PT. Nindya Karya, PT. Alchemco Construcuon Products Indonesia, PT. Chandra Karya Nusantara, PT. Waskita Beton Precast Tbk, PT. Fosroc Indonesia, PT. Beton Elemenndo Perkasa, Prota Asia Pte Ltd, PT. Bauer Pratama Indonesia, dan PT. Brantas Abipraya.

"Acara ini akan berlangsung selama dua hari, dibuka hari ini Rabu (26/11) dan berakhir Kamis (27/11/2025), jumlah peserta lebih dari 150 orang," sebut Toto. (Red)

Posting Komentar