Program Reforma Agraria Kementerian ATR/BPN Dukung Pemberdayaan Ekonomi Warga Kulon Progo
KULONPROGO (Penasembada.com) - Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, menjadi salah satu wajah keberhasilan program Reforma Agraria yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Wilayah yang dulunya dikenal dengan medan perbukitan dan punya keterbatasan akses, kini menjelma menjadi kampung produktif dengan usaha gula semut sebagai tumpuan ekonomi warga.
Alfia Fathul Hidayati selaku Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan (P2) Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta mengatakan awalnya masyarakat sudah memproduksi gula batok dan gula semut, tapi terkendala pemasaran dan peremajaan pohon kelapa.
"Setelah dilakukan pendampingan dari kerja sama BPN, kini warga punya arah yang lebih jelas dan mampu mengelola usahanya secara mandiri,” jelas Alfia, yang ikut mengawal pelaksanaan program Reforma Agraria pada tahun 2022-2023 melalui keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Program Reforma Agraria yang dijalankan Kantah Kabupaten Kulon Progo tidak berhenti pada penataan aset melalui sertipikasi tanah pada tahun 2016 dan 2019. Program itu berlanjut ke upaya menata akses ekonomi masyarakat.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga dunia usaha, Kementerian ATR/BPN melalui Kantah Kabupaten Kulon Progo membantu warga memperkuat kelembagaan kelompok tani, meningkatkan kapasitas produksi, hingga mendorong sertifikasi organik untuk produk gula semut,"ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Gula Semut Nyawiji Mulyo, Sadiman mengungkapkan, awalnya kelompok ini memproduksi gula batok dan gula semut secara pribadi, belum terorganisir.
"Setelah ada sosialisasi Reforma Agraria, kami dibimbing untuk memperkuat kelompok dan membangun kelembagaan. Sekarang kami bahkan sudah bisa ekspor,” tutur Sadiman.
Ia menambahkan, pendampingan dari Kantah Kabupaten Kulon Progo dan pihak swasta membuka wawasan petani untuk tidak hanya melayani pasar lokal, namun juga memenuhi standar ekspor.
“Dulu kami jual ke pasar sekitar, sekarang sudah bisa kirim dua kontainer sebulan lewat kerja sama dengan PT Nira Lestari Internasional,”bebernya.
Sementara itu, Lurah Hargorejo Bekti Murdayanto menandaskan, digulirkannya Reforma Agraria secara langsung berdampak perubahan nyata bagi warganya. Khususnya bagi 100 petani gula semut Desa Hargorejo yang menjadi penerima manfaat program pendampingan usaha.
“Program (Reforma Agraria) ini tidak hanya mengurus sertipikasi tanah, tapi juga mendampingi warga agar bisa mengelola potensi lokal. Gula semut jadi ikon desa kami karena mampu menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ungkap Bekti. (Red)
Posting Komentar