Bimtek Kalurahan Ramah Anak dan Berkarakter Sembada Digelar di Margomulyo Seyegan, Berikut Harapan Kamituwo
SEYEGAN (Penasembada.com) - Konsep Kalurahan Ramah Anak sejalan nilai-nili slogan Sleman Sembada. Antara lain gotong-royong, unggah-ungguh dan musyawarah.
Nilai-nilai ini penting guna memperkuat pengawasan sosial, pendidikan karakter maupun menciptakan anak yang sehat, bahagia dan merasa dihargai.
Demikian diungkap Nyadi Kasmoredjo (Pegiat Perlindungan Anak) saat menjadi pemateri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kalurahan Ramah Anak dan Berkarakter Sembada di Gedung Serba Guna Pemkal Margomulyo Seyegan Sleman, Selasa (30/12/2025) malam.
Selain itu, Nyadi juga menjelaskan, kalurahan ramah anak adalah kalurahan yang mampu ngemong (mengasuh) anak. Kalurahan ramah anak bukan hanya soal program, tapi sikap.
“Anak harus didengar, dilindungi dan dibimbing agar tumbuh aman, sehat dan berkarakter. Peran tokoh masyarakat sebagai kunci terwujudnya kalurahan ramah anak,” paparnya.
Adapun beberapa tantangan nyata yang dihadapi, misalnya anak semakin dekat HP/gawai dan jauh dari lingkungan sosial serta melemahnya pengawasan masyarakat.
Bahkan, kekerasan terhadap anak yang sering tersembunyi hingga minimnya pelibatan anak dalam proses sosial seperti kegiatan yang melibatkan anak-anak di tingkat kalurahan.
Lain halnya dengan pemateri kedua, Budi Sardjono antara lain membahas terkait kata Sembada yang menjadi slogan Kabupaten Sleman sejak 2 Maret 1991 silam.
Sembada, yakni akronim dari Sehat, Elok dan Edi, Makmur dan Merata, Bersih dan Berbudaya, Aman dan Adil, Damai dan Dinamis serta Agamis. Sehat itu harus lahir dan batin.
“Bukan hanya fisik maupun jasmani, namun juga ekonomi, finansial atau keuangan. Lain halnya dengan elok dan edi, berkaitan erat dengan kondisi alam seperti kerapian dan ketertiban,” jelasnya.
Selain diuraikan satu persatu akronim tersebut, Budi juga menegaskan penting pembuatan buku toponimi atau sejarah penamaan masing-masing dusun/padukuhan.
Suatu langkah bijaksana, ketika Pemkal Margomulyo akan membuat buku toponimi setiap padukuhan yang ada di kalurahan setempat. Selain mendukung literasi banyak manfaat penting lain.
Misalnya bagian dari mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus, maupun kaum muda tak tercerabut dari sejarahnya, maka penting membuat buku toponimi.
“Sejarah masing-masing padukuhan yang ada di Margomulyo harus didokumentasikan dalam bentuk tulisan. Supaya generasi penerus tahu sejarah tanah kelahirannya,” tegas Budi.
Tak kalah penting, sebutnya, jika generasi penerus tahu sejarah tanah kelahiran, diharap mereka punya daya untuk mengembangkan sehingga menjadi padukuhan/dusun yang unggul.
Sementara itu Kamituwo Margomulyo, Prasetyo Sujanarka mewakili Lurah Margomulyo Eko Puji Mulyanto memaparkan rangkaian kegiatan Bimtek yang juga ada tanya jawab, mampu memberi banyak manfaat.
“Setiap peserta bisa mendapat banyak tambahan wawasan, pengetahuan, ilmu maupun pengalaman. Baik yang terkait Kalurahan Ramah Anak serta Kalurahan Berkarakter Sembada,” tegasnya.
Ia pun berharap guna mendukung Kalurahan Berkarakter Sembada, Margomulyo bisa segera mewujudkan buku toponimi setiap padukuhan yang ada di Margomulyo.
Hadir di kegiatan Bimtek tersebut seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dukuh, Ketua RW, perwakilan karang taruna dan sejumlah lembaga di Margomulyo Seyegan. (Red)

Posting Komentar