Lima Generasi yang Ada di Dunia Dalam Rentang Waktu 100 Tahun Terakhir, Salah Satunya Generasi Strawberry
SLEMAN (Penasembada.com) - Istilah generasi X (Baby Busters), Y (millennial) maupun Z (generasi strawberry) sering menjadi perbincangan di berbagai kesempatan.
Bahkan, Praktisi Psikologi dan Hypnotherapist asal Sleman, Novi Resmi Ningrum MPsi MPd, sering memaparkan hal tersebut. Biasa pula banyak membahas seputar generasi strawberry saat menjadi pemateri parenting.
Baru-baru ini, saat menjadi pemateri parenting di SD Muhammadiyah Kliwonan, ia memaparkan lima generasi yang ada di dunia dalam rentang waktu 100 tahun terakhir. Salah satunya, yakni generasi strawberry.
Menurutnya, lima generasi di dunia dalam rentang waktu 100 tahun terakhir: Pertama, Baby Boomers (generasi yang lahir pasca Perang Dunia II, antara 1945-1965). Kedua, Generasi X (generasi yang lahir antara 1966– 1980).
Ketiga, Generasi Y (lahir pada 1981– 1995). Keempat, Generasi Z atau generasi strawberry (lahir pada rentang waktu, 1996–2011). Kelima, Generasi Alpha (generasi yang lahir antara 2012 hingga sekarang).
“Sebutan strawberry generation atau generasi strawberry pertama kali diperkenalkan di Taiwan untuk mereka yang lahir pada 1990-an atau biasa juga disebut Generasi Z,” ungkap Novi.
Selain itu ada yang berpendapat, strawberry generation adalah generasi tumpeng tindih antara Generasi Millenial dan Generasi Z (1997-2012/2015). Generasi ini diibaratkan seperti buah
Strawberry.
“Yaitu, nampak cantik, indah, menarik, segar, ranum namun mudah rusak ketika terkena benturan atau terjatuh. Generasi yang tak tahan
dengan tekanan sosial,” jelasnya.
Pandangan tersebut muncul karena strawberry generation dibesarkan dalam lingkungan orang tua protektif yang menyediakan semua kenyamaan untuk anaknya ataupun memberikan apa saja yang anak minta.
Ada lagi yang menyebutkan, generasi strawberry mampu banyak berkreasi/kreatif, namun kurang gigih, out of the box, mobile serta tak mengenal waktu.
Selain itu sangat terpengaruh dunia digital, sebab dengan HP
mereka bisa mempengaruhi nasib orang lewat tombol seperti yang bernama: block, unfriend, left group hingga unfollow.
“Strawberry generation juga sangat rentan mengalami stress ataupun depresi, bahkan melakukan self harm atau perilaku menyakiti diri sendiri karena tidak mampu meluapkan emosi,” paparnya.
Adapun beberapa cara dapat diterapkan sebagai upaya menanggulangi hal-hal negatif bagi anak-anak/generasi penerus bangsa, antara lain orang tua mengenalkan anak-anak dengan berbagai macam emosi sejak dini.
Termasuk pula mengajarkan anak bagaimana cara mengelola emosi dengan baik. Tak kalah penting, ada kalanya membiarkan anak mandiri dan menghadapi kesulitannya sendiri.
“Orang tua cukup membimbing, jangan memproteksi terlalu kuat, sehingga anak tak bisa menghadapi kesulitan, ijinkan anak salah dan gagal, dari kesalahan itu dia belajar,” urai Novi.
Tak ketinggalan, sebutnya, penting untuk bisa selalu berkomunikasi dengan terbuka kepada anak, membiarkan anak bertanggungjawab dengan permasalahannya dan memberikan konsekuesnsi ketika perilaku menyimpang.
“Ajarkan pula nilai kompetisi yang benar maupun sehat, membuka ruang kegagalan bagi anak agar jiwa mereka kuat ketika menghadapi tantangan serta memberi waktu yang cukup untuk bersama,” tambahnya.
Ia pun berharap, dengan mengenal lima generasi dalam rentang waktu 100 tahun terakhir, yakni Baby Boomers, Generasi X, Y, Z (generasi strawberry) dan Alpha diharapkan bisa diperoleh hikmah atau manfaat tersendiri. (Red)

Posting Komentar