Satya Berprestasi Terjuni Anggar, Orang Tua Berharap Bisa Mengatur Waktu antara Latihan dan Pendidikan Formal

Daftar Isi


GODEAN (Penasembada.com) - Siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Godean (Musago) Sleman, Ramadhanihusayn Abisatyaveda Kurniawan dan akrab disapa Satya, sekitar tiga tahun lalu mantap menerjuni bidang olahraga anggar (fencing).

Bahkan, Satya yang tinggal di Sidokarto Godean menjadi salah satu atlet binaan Fleur de Lotus Fencing Club (FFC) DIY. Sehingga, ia harus berusaha sebaik mungkin membagi waktu antara kegiatan sekolah dengan kegiatan terkait anggar.

Apalagi, dua tahun terakhir ini kian konsisten di bidang tersebut dan terus menunjukkan grafik prestasi yang menanjak. Menurut Satya, kini sedang banyak persiapan menapaki tahapan Seleksi Nasional (Seleknas).

Yaitu, bagian dari proses menuju Kejuaraan Asia Cadet dan Junior Anggar 2026, rencananya digelar di Jakarta. Ia pun sangat bersyukur, orang tuanya (Faidillah Kurniawan dan Novi Resmi Ningrum) sangat mendukung dengan bidang yang ditekuninya.

“Anggar telah menjadi ruang belajar penting dalam hidup saya. Dengan anggar, saya bisa banyak belajar tentang disiplin, fokus dan keberanian dalam mengambil keputusan,” ungkap Satya, baru-baru ini.

Terkait pencapaian prestasinya dalam dua tahun terakhir, ia menegaskan, seluruh medali yang diraih dimaknainya sebagai bagian dari proses pembelajaran jangka panjang, bukan tujuan akhir. Prestasi justru menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras, memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya, termasuk tahapan seleksi nasional.

Remaja yang bercita-cita menjadi perwira TNI Angkatan Udara dan Pilot ini meyakini, anggar serta bekal kemampuan komunikasi yang ia miliki menjadi sarana penting dalam membentuk fisik, mental dan karakter dirinya.

Ia optimis hal tersebut bisa menjadi jalan untuk mendekatkan dirinya pada cita-cita sekaligus diharapkan bisa membanggakan orang tua, klub serta daerah.

Ketua Umum Pengprov IKASI DIY, Tommy Susanto, menilai Satya sebagai representasi ideal hasil pembinaan atlet usia dini di DIY. Banyak prestasi telar diraih antara lain sangat didukung kedua orang tuanya.

“Tak kalah penting, proses latihan yang tepat, didukung selalu berusaha dan mampu menguasai Teknik dengan baik serta mental bertandingnya bagus,” ungkap Tommy.

Sedangkan, Owner FFC DIY, Arnita Susanti mengungkapkan, rasa bangga atas capaian salah satu atlet hasil binaan klubnya tersebut. Hal ini menjadi salah satu bukti nyata.

Yakni, dengan dedikasi dan program latihan yang terukur, atlet muda bisa mencapai progres yang luar biasa dalam waktu relatif singkat. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus mengawal bakat-bakat seperti Satya.

Owner Annora Cipta Kreasi, Yeanne A Dewantari menjelaskan, penguasaan komunikasi adalah investasi penting bagi atlet masa depan. Ia berharap, Satya menjadi atlet yang professional.

“Selain teknik dan fisik yang kuat, kemampuan menyampaikan gagasan serta berkomunikasi dengan baik diharapkan akan membangun kepercayaan diri dan reputasi professional hingga level internasional,” harapnya.

Sementara itu, Faidillah menegaskan, sebagai orang tua selalu menanamkan pemahaman kepada Satya, prestasi bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab.

“Kami dari keluarga berupaya agar Satya bisa menjaga keseimbangan atau mengatur waktu antara latihan, pendidikan formal dan setiap prestasi dimaknai sebagai ruang belajar,” tegas Faidillah. (Red)


Posting Komentar