SPPG Tridadi 3 Raih Penghargaan Penggerak Terbaik Ajang Inspiradaya 2025
SLEMAN (Penasembada.com) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tridadi 3, Kabupaten Sleman, DIY meraih penghargaan bergengsi sebagai SPPG Penggerak Terbaik pada ajang Inspiradaya 2025 yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI.
Penghargaan nasional ini diserahkan langsung oleh Abdul Muhaimin Iskandar dan diterima Kepala SPPG Tridadi 3, Anatansyah Ayomi Anandari. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan SPPG Sleman Tridadi 3 dalam menjalankan perannya bukan hanya sebagai penyedia makan bergizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Prestasi tersebut sekaligus menempatkan Sleman Tridadi 3 sebagai yang terbaik mewakili pulau Jawa, setelah melalui proses penilaian yang melibatkan berbagai indikator strategis, serta penilaian yang ketat, mulai dari integrasi rantai pasok pangan berbasis lokal, pemanfaatan potensi UMKM dan BUMDes, hingga penerapan inovasi produksi pangan yang efisien dan higienis tanpa menghilangkan kearifan lokal.
Selain itu, SPPG Sleman Tridadi 3 dinilai unggul dalam praktik pengelolaan lingkungan melalui upaya pengurangan sampah makanan serta pemanfaatan limbah organik. Pada bidang sosial, SPPG ini menjadi ruang kerja dan pemberdayaan bagi pemuda hingga kelompok rentan seperti perempuan dan warga prasejahtera, dengan sistem kerja yang transparan dan terbuka terhadap partisipasi masyarakat.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh relawan dan warga yang terlibat dalam SPPG Sleman Tridadi 3. Kami berdiri bukan hanya sebagai penyedia layanan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal, ruang pemberdayaan masyarakat, dan wadah partisipasi sosial yang inklusif,"ujar Ayomi, minggu lalu.
Dengan penghargaan ini, ungkap dia, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap ompreng makanan bergizi yang disajikan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan.
"Tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.
Selama ini SPPG Sleman Tridadi 3 selama ini beroperasi di bawah BUMDes dan dukungan pemerintah daerah, serta melayani peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan menekankan pada pemanfaatan pangan lokal dalam menu harian, SPPG ini menciptakan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha pangan desa dan lingkungan sekitar.
" Kita tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, mereka turut mengembangkan sistem produksi tepat guna, edukasi pangan sehat, serta inovasi sosial berbasis budaya lokal yang memperkuat gotong royong masyarakat,"sebutnya.
Penghargaan Inspiradaya 2025 menjadi bukti komitmen kuat SPPG Sleman Tridadi 3 dalam menjalankan misi Bangsa menuju masyarakat yang bergerak, berdaya, dan sejahtera melalui penyediaan layanan gizi yang terjangkau, aman, dan berkelanjutan.
"Kami berharap SPPG ini mampu menjadi model pengembangan SPPG di wilayah lain, sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," tuturnya.
Di sisi lain, SPPG ini berlokasi satu komplek dengan area wisata dan kuliner Puri Mataram sehingga setiap tamu harus melalui tempat pemungutan restribusi parkir kendaraan. Namun pihak pengelola menandaskan bahwa tamu yang akan mengunjungi SPPG tidak dikenakan tarif parkir.
"Sudah kami arahkan kepada petugas parkir jika tamu SPPG untuk tidak menarik retribusi," imbuhnya. (*)

Posting Komentar