Wayang Wong Golek Menak 'Kelaswara Palakrama' Dibawakan Puluhan Penari Senior

Daftar Isi


YOGYA (Penasembada.com) - Puluhan penari klasik dan pengrawit senior akan meramaikan suasana menjelang akhir tahun 2025. Mereka menampilkan Wayang Wong Golek Menak lakon 'Kelaswara Palakrama' di Dalem Pujokusuman, Yogyakarta, Selasa (30/12/2025) malam. Penampilan ini mewarnai gelaran rutin Jogedan Selasa Legen.

Istu Noorhayati, koordinator Jogedan Selasa Legen, menyebutkan, sebagian besar para penari dan pengrawit senior ini pernah berguru langsung kepada KRT Sasmintadipura atau dikenal dengan sapaan akrab Rama Sas.

"Satu panggung seribu cerita, tampil 'ngrabuk yuswa'," kata Istu tentang pentas ini di sela latihan terakhir di Dalem Pujokusuman, Minggu (28/12) malam.

Dijelaskan, Rama Sas merupakan maestro tari klasik gaya Yogyakarta, mendirikan Perkumpulan Tari Klasik Mardawa Budaya dan Pamulangan Beksa Ngayogyakarta yang kemudian menjadi Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa (YPBSM). YPBSM hingga sekarang menjadi salah satu barometer pelestari tari klasik gaya Yogyakarta.

Oleh beberapa muridnya, hari lahir Rama Sas yakni Selasa Legi diabadikan dengan mengadakan kegiatan Jogedan Selasa Legen. Setiap Selasa Legi malam sejak beberapa tahun lalu, para penari klasik menari bersama dan sering dengan pementasan spesial. Rama Sas lahir 9 April 1929 dan meninggal pada 26 April 1996.

Istu mengatakan, pergelaran Wayang Wong Golek Menak ini berawal dari kegelisahan teman-teman untuk kembali seperti saat 'diwulang' Rama Sas. Ada 40 penari dan 25 pengrawit terlibat dalam pementasan ini, sebagian besar pernah merasakan diajar langsung oleh Rama Sas. Lakon yang diangkat merupakan karya dari YPBSM.

Pergelaran ini memang tidak seperti penampilan para penari puluhan tahun lalu. Mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, ada yang di atas 70 tahun, maka dilakukan pengecualian gerakan. Misalnya ada yang tidak bisa 'jengkeng' atau berlutut, maka gerakan atau posisi tersebut dikurangi.

Pengecualian lain, penari tidak mengenakan busana pentas, melainkan busana gladhen. Meski demikian diharapkan banyak yang bisa dipetik dari penampilan para senior yang penuh pengalaman dalam pementasan disutradarai Bambang Pudjasworo ini. Penari senior yang berlatih malam itu di antaranya Sunaryo, Kuswarsantyo, Heru Handonowari, Sumaryono, Supriyanto, Sardjiwo, D Suharto, Icuk Ismuharyo, Haryo Iman Sampurno, Supadmo, Suwarjiyo, V Retnaningsih, Heni Winahyuningsih, Tutik Winarti, A Retno Nooryastuti, Jeanny Park, Daruni, Lies Apriani, Titik Putraningsih, Istu Noorhayati,ndan banyak lagi. Selain yang tinggal di seputar Yogyakarta, penari yang akan tampil juga datang dari Jakarta dan Kalimantan.

Di samping pementasan 'Kelaswara Palakrama', Jogedan Selasa Legen juga dilakukan seperti biasa. Diawali membawakan Beksan 'Renggamataya' oleh semua yang hadir. Ada pula penampilan spesial lain, yakni Beksan Klana Topeng Gunungsari oleh penari Lantip Kuswaladaya. (Red)