JIAF 2025 di JEC Resmi Ditutup, Trinity Art Sam Sianata Menjadi Sorotan Pengunjung

Daftar Isi


YOGYAKARTA - Jogja International Art Fair (JIAF) 2025 resmi ditutup pada Jumat (2/1/2026) meninggalkan kesan mendalam bagi para pelaku dan penikmat seni. Di antara ratusan karya yang dipamerkan, satu diantaranya Trinity Art karya maestro Sam Sianata (Liem Sian An) tampil menonjol dan menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung sepanjang penyelenggaraan pameran.

Karya Trinity Art tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi sebagai pernyataan gagasan yang kuat. Melalui pendekatan artistik yang memadukan nilai estetika, filosofi kehidupan, dan pesan kebangsaan.

"Saya ingin menghadirkan karya yang mengajak pengunjung merenung tentang persaudaraan, harmoni, dan kesadaran kolektif sebagai bangsa yang majemuk,"ujar Sam Sianata kepada wartawan, Sabtu (3/1).

Menurutnya, antusiasme pengunjung terlihat dari intensitas diskusi yang terjadi di sekitar karya tersebut. Banyak kolektor, kurator, akademisi seni, hingga masyarakat umum berhenti lebih lama, mengamati detail visual sekaligus menangkap makna simbolik yang terkandung di dalamnya.

"Bahkan Bapak Wakil Walikota Jogja Wawan Harmawan sempat beranjangsana dan berbincang dengan saya secara langsung," ungkap pria yang dijuluki maestro pelukis satu triliun ini.

Trinity Art dinilai berhasil melampaui batas medium lukisan, menjelma sebagai ruang dialog antara seni, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan universal. Kehadiran Trinity Art di Jogja International Art Fair mempertegas posisi Sam Sianata sebagai perupa yang konsisten menjadikan seni sebagai medium soft diplomacy, menyuarakan pesan persatuan, kedamaian, dan kesetaraan manusia.

"Pameran ini sekaligus menegaskan bahwa seni rupa Indonesia memiliki daya saing dan karakter kuat untuk berdiri sejajar di panggung seni internasional," sebutnya.

Penutupan Jogja International Art Fair kemarin bukanlah akhir dari perbincangan, melainkan awal dari resonansi gagasan yang ditinggalkan karya-karya terpilih. Trinity Art Sam Sianata menjadi salah satu penanda penting bahwa seni tidak hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan, dipahami, dan diwariskan sebagai nilai peradaban.

JIAF 2025 telah berlangsung mulai 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Jogja Expo Center (JEC) DIY, menghadirkan ratusan seniman lintas generasi dan negara dalam satu ruang pameran prestisius. Ajang seni rupa berskala internasional ini menampilkan lebih dari 800 karya lukis yang merupakan hasil kreativitas dari 224 seniman pelukis dari Indonesia, bahkan mancanegara. (Red)

Posting Komentar