Pengadaan PJU Sleman pada 2026 Serap Anggaran Rp 21,5 Miliar, Seluruhnya Melalui Pokir Dewan

Daftar Isi


SLEMAN (Penasembada) - Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menganggarkan pembangunan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai Rp 21,5 miliar pada tahun 2026. Proyek tersebut direalisasikan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, untuk mewujudkan Sleman Dalane Alus, Dalane Padhang, menjadi visi misi bupati-wakil bupati Sleman 2025-2030.

"Untuk rencana pemasangan PJU di 2026 baru kita rekap, ini ada juga yang usulan pokir dan ada yang yang belum fiks, apakah diusulkan seluruhnya atau tidak, tapi untuk sementara yang masuk sudah, anggarannya Rp 21,5 miliar untuk pokir," kata Kepala Seksi PJU Dishub Sleman, Bob Librianto, Selasa (13/1/2026)

Dijelaskan, khusus tahun 2026 titik pemasangan diprioritaskan untuk wilayah permukiman, tersebar di 17 kapanewon. Pengadaan material menggunakan sistem e-katalog. Ada pula yang mengusulkan dari pokir dewan berupa 10 titik PJU tenaga surya, namun masih dalam tahap perencanaan.

"Untuk tahun ini kita fokuskan bagi wilayah permukiman dengan jumlah total hampir 4.000 titik, lokasinya baru menyebut nama dusun, karena kita baru perencanaan," jelasnya.

Sedangkan, proyek di tahun 2025 lalu, terdapat 10 paket pekerjaan dengan jumlah titik terpasang sebanyak 2.492 , terdiri pengadaan PJU untuk permukiman dan ruas jalan, seluruhnya telah direalisasikan. Lampu yang dipasang jenis LED 24 watt untuk permukiman dan LED 90 watt.

"Jumlah PJU permukiman yang terpasang total 1.996 titik, untuk ruas jalan ada 449 titik," sambungnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Sleman, Agung Armawanta mengatakan penambahan fasilitas PJU merupakan bagian dan upaya untuk memberikan kenyamanan, keselamatan berlalu lintas dan keamanan pengguna jalan, serta bagian upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari kawasan-kawasan tertentu, mewujudkan program bupati, jalan halus dan padang untuk Sleman semakin maju.

"Lampu juga akan menjadikan kawasan urban yang gemerlap, sehingga dapat menarik investor karena keyakinan terpenuhinya sebagian infrastruktur yang diperlukan," jelas Agung.

Pihaknya menekankan pentingnya titik pemasangan dengan parameter jelas, termasuk sinkronisasi dengan tempat yang sudah memiliki lampu, meski dipasang sendiri secara swadaya masyarakat agar lebih efisien dan efektif.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Sleman, Herman Budi Pramono, belum banyak berkomentar, hanya menyebut bahwa rencana pembangunan PJU tersebut masih dalam tahap pembahasan dan perencanaan.

"Baru mau dirapatkan, besok siang (hari ini Rabu, (14/1),"sebut Herman saaat dikonfirmasi. (Red)


Posting Komentar