Taruna/i STPN 2026 Ikuti Latsardis di Rindam IV/Diponegoro, Ini Tujuannya
MAGELANG (Penasembada.com) - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta menggelar acara Penutupan Latihan Dasar Kedisiplinan (Latsardis) Taruna Prodi Sarjana Terapan STPN Tahun 2026, di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (6/02/2026).
Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, menjelaskan 396 Taruna/i STPN Yogyakarta yang mengikuti Latsardis ini dibina dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menekankan kedisiplinan dan akhlak yang baik selaku Taruna/i.
“Tujuannya pelatihan kedisiplinan dan akhlak baik ini agar para Taruna/i menjalankan pendidikannya hingga saat di lapangan kelak dengan baik. Jika mengalami rintangan di jalan, dapat bertahan dan menganggap itu tantangan, bukan hambatan semata,”kata Brigjen TNI Hindratno keterangan tertulis saat Penutupan Latsardis Taruna Prodi Sarjana Terapan STPN Tahun 2026.
Dijelaskan, pada tahun 2045 Indonesia mendapat bonus demografi yang besar. Bonus demografi ini adalah fenomena di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia nonproduktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
"Potensi besar itu perlu didukung sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, baik bekal pengetahuan maupun mental disiplin dan daya juang yang tinggi," tandasnya.
"Untuk melatih disiplin dan daya juang tinggi ini, kami atur kegiatan mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi. Kemudian, bagaimana sikap saling menghargai, solidaritas, kekompakan, kepercayaan diri. Tujuannya adalah supaya para Taruna/i dapat menjalankan pendidikannya dengan baik,”sambungnya.
Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, mengungkapkan, Taruna/i telah melaksanakan serangkaian Latsardis sejak Senin-Jumat, 2 hingga 6 Februari 2026. Pihaknya berharap para peserta Latsardis ini akan mempunyai karakter yang kuat berupa integritas yang tangguh, kepemimpinan yang baik.
"Tentunya didukung oleh kompetensinya yang tak kalah penting sehingga setelah mereka selesai, mereka bisa mengabdikan diri, bekerja dengan lebih baik lagi," jelas Sri Yanti Achmad.
Menurutnya, Taruna/i STPN 2026 ini merupakan aset punggawa pertanahan dan tata ruang di masa yang akan datang. Dalam proses studi, kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu bekal penting yang harus dimiliki oleh setiap Taruna/i.
“Dalam Latsardis ini, mereka juga dilatih dalam problem solving, ini salah satu hal yang juga penting untuk bekal pendidikan setelah Latsardis, atau bahkan saat sudah terjun ke lapangan,”ungkapnya.Salah satu peserta Latsardis, Gabriel Nametaka Harap (18) asal Kalimantan Tengah menceritakan pengalamannya saat mengikuti Latsardis. Sebagai taruna baru di prodi Survei, Pengukuran dan Informasi Pertanahan (SPIP), ia sudah bertekad sejak awal untuk ikut mendukung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan berkarier dalam bidang pertanahan.
“Saya terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di BPN, agar fokus dengan karier saya ke depan makanya saya memilih STPN. Harapan saya setelah latsar ini, saya bisa lebih disiplin lagi, taat waktu karena itu yang terpenting, jadi saya bisa menempuh studi dan atur kegiatan dengan lebih baik,”sebut Gabriel.
Selama empat hari Latsardis, Taruna/i STPN mendapatkan beragam pelatihan. Mulai dari pengajaran wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), yaitu ketentuan tata cara hidup sehari-hari bagi para Taruna/i, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisme, kepemimpinan dan problem solving, survival, dan lain sebagainya. Latsardis secara resmi dibina oleh pelatih dari Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro. (Red)
Posting Komentar