Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman Momen Evaluasi, Bupati : Pemerintahan Merupakan Mandat Rakyat

Daftar Isi


Bupati Sleman, Harda Kiswaya.


SLEMAN (Penasembada.com)  - Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman mengusung tema Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman. Menjadi momen untuk evaluasi, bahwa pemerintahan merupakan mandat rakyat.

Tema tersebut mengandung makna sebagai sikap siap merawat sekaligus memikul tanggung jawab bersama demi terciptanya keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sleman, hal tersebut tercermin dalam realitas pembangunan yang ada di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, bahwa esensi dari peringatan hari jadi adalah evaluasi diri bagi seluruh jajaran pemerintahan, termasuk DPRD, agar tetap konsisten berjalan di jalur yang benar sesuai amanah yang diberikan oleh masyarakat di Bumi Sembada.

"Tujuannya mengingatkan agar kita harus instrospeksi, bawasanya pemerintah ini merupakan mandat rakyat, sehingga perjalanan ini diingatkan pada hari jadi, apa yang sudah kita perbuat dan apa yang harus kita tingkatkan," ujar Harda Kiswaya, Senin (4/5/2026).

Ia berharap melalui momen ini, terwujud peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Karena kritik dan saran merupakan instrumen penting dalam menjaga jalannya pemerintahan agar tidak melenceng dari kepentingan publik, pemerintahan ini adalah rakyat tujuannya, bukan yang lain," tandasnya.

Disebutkan, fokus pembangunan daerah dengan mengacu pada visi misi terbaru,  “Membangun Masyarakat Kabupaten Sleman yang Maju, Adil Makmur, Lestari dan Berkeadaban”. Terkait capaian pogram Bupati Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa, yakni ‘dalane alus, dalane padhang’, hal tersebut menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat.

"Anggaran pemeliharaan jalan kami naikkan, BKK untuk kalurahan dibikin lebih fleksibel, sehingga program  benar-benar berjalan dengan baik, jalan ini menjadi modal bagi masyarakat untuk aktifitas dan peningkatan perekonomian, termasuk membangun jembatan dan penerangan jalan,"sebutnya.

Capaian lain, dalam upaya mendukung infastruktur bidang pertanian, secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk meninjau dan menindaklanjuti permohonan pembangunan jaringan irigasi.

"Alhamdulillah kemarin kita ke Jakarta, untuk jaringan pengairan langsung ditindaklanjuti Balai Besar, tinjau lokasi permohonan yang kita lakukan," katanya.

Termasuk  di bidang kesehatan, Pemkab Sleman berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage, dengan capaian hingga 98 persen. Sejumlah terobosan terus dilakukan bersama institusi pemerintah daerah terkait berkolaborasi dengan BPJS.

"Ini suatu kegiatan yang harus  kita pantau terus, saya berharap suatu hari nanti bisa 100 persen, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, pemerintah harus hadir," jelasnya.

Ditambahkan Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya, mengungkapkan filosofi 

"Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman", mengandung makna yang sangat dalam, yakni sikap siap merawat sekaligus memikul tanggung jawab bersama demi terciptanya keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Tema besar "Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman" tercetus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  tahun ke-2 tahun 2026, yang diterjemahkan dalam bahasa jawa.

"Artinya untuk mencapai cita-cita pemerintah butuh peran masyarakat, dengan semua stakeholder untuk kemajuan Sleman," ungkap Sudibya.

Sudibya yang menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sleman (Asek III) menjelaskan, rangkaian kegiatan disemarakkan dengan sejumlah acara, antara lain bakti sosial (bedah rumah, sunatan massal, pembagian sembako, pemberian pakaian layak pakai).

Sebagai bentuk perhatian pemerintah di bidang kesehatan, akan digelar pemeriksaan kesehatan gratis dipusaktan di Sleman City Hall (SCH) pada 5-7 Mei 2026.

Lalu, ada temu Purna Bhakti Praja, akan diikuti sekitar 250 pensiunan, rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026.

"Acara temu Purna Bhakti Praja, kita akan mengundang beliau-beliau untuk kita ajak diskusi untuk memberikan masukan kepada Pemerintahan Kabupaten Sleman," jelasnya.

Pemkab Sleman juga mengapresiasi keberadaan kelompok-kelompok  kesenian, akan disuguhkan antara lain dengan festival dalang, yakni pementasan 15 dalang,  pentas jatilan pada 13 Mei 2026, lalu bedol prodjo, topo broto, dan malam tirakatan.

Lantas nanti  akan dilakukan doa bersama lintas agama, Sholawatan pada 16 Mei 2026 di Lapangan Denggung.

Puncak acara akan dilaksanakan upacara di Lapangan Denggung pada tanggal 24 Mei 2026. Melibatkan bregodo dari  86 kalurahan dan bregodo berasal dari OPD, drumband Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dan kolosal tarian.

"Pada puncak acara ini akan dilibatkan sekitar 3.000 orang," sambungnya.

Pihaknya menekankan bahwa efisiensi anggaran tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan seluruh rangkaian acara.Ia memastikan seluruh kegiatan dikelola secara akuntabel agar kemeriahan hari jadi tidak hanya menjadi seremoni semata, namun diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh  masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman. (Red)