PT Sagu Cooker Indonesia, Mitra Strategis Pemerintah Memperkuat Ketahanan Pangan

Daftar Isi
Kegiatan dialog “Local Food, Local Life - When Local Food Meets Local Life” di  Hyatt Regency Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).

SLEMAN (Penasembada.com) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI melalui Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan menyelenggarakan kegiatan Dialog “Local Food, Local Life - When Local Food Meets Local Life” di  Hyatt Regency Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). Mengusung tema “Pangan Lokal sebagai Penopang dari Diversifikasi Sumber Pangan dan Ketahanan Pangan Nasional”.

Turut diundang sebagai narasumber, PT Sagu Cooker Indonesia. Kegiatan nasional ini turut dihadiri Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan RI, Mochamad Saleh Nugrahadi bersama jajaran pemangku kepentingan, akademisi, serta pelaku industri pangan lokal dari berbagai daerah.

Dalam sesi dialog Local Food, Local Life, Aurora Bellatrix Dakka, BA (Hons) selaku Founder dan Direktur Utama PT Sagu Cooker Indonesia menyampaikan paparan mengenai pentingnya transisi penanakan sagu secara modern sebagai modal utama hilirisasi.

Dijelaskan, Sagu, yang selama ini dimiliki sebagai potensi besar Nusantara, memerlukan teknologi agardapat ditanak secara lebih praktis, efisien, higienis serta memiliki nilai ekonomi tinggi yang menjadi makanan pokok utama serta memberi kemudahan bagi 16 juta ibu-ibu rumah tangga dalam menyajikan makanan khas pokok berbasis sagu khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Poin utama yang disajikan oleh PT Sagu Cooker Indonesia meliputi, pengalaman Pengembangan Teknologi, menyediakan Sagu Cooker merek Bellatrix, praktis, efisien, dan higienis, lalu inovasi diversifikasi pangan berbasis sagu yang relevan dengan selera dan gaya hidup masyarakat modern, membantu pelaku usaha dan daerah meningkatkan nilai jual produk sagu dari skala komunal menjadi produk komersial bernilai tinggi dan berkelanjutan dan mendukung Hilirisasi Pangan Nusantara dengan meningkatnya karakter sifat masyarakat konsumsi sagu yang dijembatani oleh teknologi Sagu Cooker merek Bellatrix melalui mekanisme dan integrasi rantai pasok pangan lokal.

Sagu Cooker merek Bellatrix setara Rice Cooker Sinergi Narasumber Lintas Sektor, sesi diskusi ini mengusung tiga cerita pangan utama (Sagu, Sorgum, dan Kimpul) serta menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor, antara lain, Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Bapanas: Arah kebijakan penganekaragaman konsumsi pangan nasional, Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan DIY: Potensi pangan lokal DIY dan sinergi pemerintah daerah, Kepala Pusat Riset Teknologi & Proses Pangan, BRIN: Riset, inovasi pengolahan, dan bukti ilmiah pangan lokal, Ketua/Pengurus Poktan Margo Santoso (Raji, Demak): Pengalaman produksi sorgum, tantangan petani, dan akses pasar, Ibu Tin / Kimpul: Eksplorasi kuliner kimpul untuk konsumsi sehari-hari dan Djejak Rasa: Tren kuliner, storytelling, dan gaya hidup masyarakat modern.

Demonstrasi “Sagu Cooker” Merek “Bellatrix” & Local Food Experience. Setelah penutupan sesi forum dialog Local Food Talk – When Local Food Meets Local Life dan perumusan pesan kunci, acara dilanjutkan dengan sesi interaktif Local Food Experience di area Merapi Garden. 

Pada kesempatan ini, PT Sagu Cooker Indonesia menggelar aksi Live Cooking Demonstration pembuatan hidangan khas pokok utama dengan menggunakan bahan Sagu (basah/kering) menanak dengan teknologi Sagu Cooker merek Bellatrix dengan durasi 15 menit atau kurang (Papeda, Kapurung, Sinonggi dan Pugalu) dikonsumsi bersama dengan seluruh peserta dan panitia Kemenko Pangan RI sebagai bukti nyata bahwa diversifikasi pangan telah terjadi.

Melalui teknologi alat Sagu Cooker, proses penanakan sagu yang umumnya membutuhkan teknik khusus dan waktu kini dapat diproses dengan sangat cepat, praktis, efisien, dan higienis tanpa mengubah rasa serta tekstur khasnya. Demonstrasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Komitmen Diversifikasi Pangan dan Ketahanan Pangan Nasional sebagai karya anak bangsa, PT Sagu Cooker Indonesia menyampaikan kepada Kemenko Pangan RI agar teknologi yang sudah tersedia ini (Sagu Cooker merek Bellatrix) agar dapat dijadikan bantuan sosial desil 1-4 khususnya wilayah Kawasan Timur Indonesia, setidaknya dengan jumlah 1.3 juta unit sebagai penetrasi awal yang berdampak terhadap 4.5 juta jiwa. 

Hal ini, sesuai dengan Asta Cita  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah disampaikan dalam forum kepada Kemenko Pangan RI dimana Kemenko Pangan RI sebagai pemerintah yang mendukung dan Presiden selaku eksekutor dalam mewujudkan masyarakat sosial, adil dan sejahtera hal ini agar dapat disejahterakan sebagai bentuk implementasi keseriusan pemerintah diversifikasi pangan nasional.

"Kehadiran PT Sagu Cooker Indonesia dalam agenda resmi Kemenko Pangan RI ini mempertegas posisinya sebagai pionir dan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan nasional berbasis komoditas sagu Nusantara," jelas. (Red)