Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta dan Ikatan Alumni SMP 6 Gelar Bakti Sosial serta Aksi Peduli Sungai Code
YOGYA (Penasembada.com) Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan demokrasi yang lahir dari peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli), Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta bersama Ikatan Alumni SMP Negeri 6 Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di Kampung Jetisharjo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta pada tanggal 26 Juli 2026
Koordinator Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta, Djarot Kurniadi, menyampaikan bahwa peringatan 30 tahun Kudatuli tahun ini sengaja dipadukan dengan peringatan Hari Sungai dan Lingkungan sebagai wujud nyata bahwa semangat perjuangan PDI Perjuangan tidak hanya diwujudkan dalam perjuangan politik, tetapi juga melalui pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Kudatuli mengajarkan kepada kita tentang keberanian, keteguhan, dan keberpihakan kepada rakyat. Nilai-nilai itu harus terus dihidupkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kami memilih memperingati momentum ini dengan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga," ujar Djarot Kurniadi.
Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam acara tersebut, di antaranya sepeda santai, senam sehat, Gebyar UMKM, lomba menggambar bagi anak-anak, pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia, serta aksi penebaran benih ikan di Sungai Code sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian ekosistem sungai.
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Jetisharjo tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang memberikan apresiasi atas kolaborasi antara organisasi masyarakat, komunitas alumni, dan warga dalam membangun budaya gotong royong sekaligus menjaga lingkungan.
Agenda ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Puluhan alumni SMP Negeri 6 Yogyakarta hadir bersama ratusan warga Kampung Jetisharjo yang ikut berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Djarot menambahkan bahwa semangat perjuangan 27 Juli harus terus diwariskan kepada generasi muda, bukan semata sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai inspirasi untuk membangun masyarakat yang demokratis, berkeadilan sosial, peduli lingkungan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong.
"Perjuangan hari ini bukan lagi menghadapi kekerasan politik seperti tiga puluh tahun lalu, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga demokrasi, memperkuat solidaritas sosial, memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, serta merawat lingkungan agar tetap lestari untuk generasi mendatang,"sambungnya. (Red)
